Promo

Video Telanjang Mereka, Netizen yang Terbelah

Selasa, 18 Maret 2025 11:31 WIB | 1.785 kali
Video Telanjang Mereka, Netizen yang Terbelah

Perbandingan antara Bu Guru Salsa, Bidan Rita dan Jaksa Tasya menjadi ramai di sejumlah akun media sosial. (Foto: tangkapan layar X)

MARKICA - Akhir-akhir ini jagat maya tengah dihebohkan dengan tiga video syur, yakni Bu Guru Salsa, Bidan Rita dan pendatang baru, Jaksa Tasya.

Ketiga video syur itu langsung jadi perbincangan warganet. Bahkan sampai ada yang membanding-bandingkan Bu Guru Salsa, Bidan Rita dan Jaksa Tasya.

Perbandingan antara Bu Guru Salsa, Bidan Rita dan Jaksa Tasya menjadi ramai di sejumlah akun media sosial.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu akun TikTok yakni @miss.yeb86. Beberapa waktu lalu, akun tersebut mengunggah sebuah video yang berisi foto tiga perempuan cantik itu, yakni Gu Guru Salsa, Bidan Rita dan Jaksa Tasya.

"Yang mana jagoan kalian,” ujarnya dalam kalimat yang tertulis di video, dikutip Jumat (14/3/2025).

Sontak video tersebut langsung mendapat berbagai respon warganet.

Beberapa akun yang berkomentar membanding-bandingkan ketiga video yang lagi viral itu.

Ada yang bilang Bu Guru Salsa tetap paling cantik. Kemudian Bidan Rita paling imut. Pun dengan Jaksa Tasya.

Sebelumnya, jagat maya diramaikan dengan kemunculan video syur seorang oknum guru honorer dari Jember yakni Bu Guru Salsa.

Dalam video itu, Bu Guru Salsa memperlihatkan bagian intim tubuhnya di depan kamera. Video tersebut dikirim ke pacar online-nya yang mengaku seorang pengusaha di Kalimantan.

Setelah video tersebut tersebar, Bu Guru Salsa muncul di akun TikTok-nya dan mengunggah video klarifikasi serta permintaan maaf.

Tak lama setelah itu, Bu Guru Salsa menikah dengan seorang pria yang informasinya juga seorang guru bernama Lukman Hakim.

Setelah itu, kasus video Bu Guru Salsa mereda. Namun tak lama kemudian, muncul lagi video serupa, kali ini memperlihatkan perempuan cantik yang disebut-sebut Bidan Rita.

Menurut warganet link video Bidan Rita telah tersebar di media sosial dan bisa diakses oleh siapapun.

Namun berbeda dengan Bu Guru Salsa, hingga kini belum diketahui pasti siapa sosok Bidan Rita. Apakah Bidan Rita benar-benar ada atau hanya rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sementara itu, belum hilang kehebohan akibat munculnya video Bidan Rita, muncul lagi satu nama yakni Jaksa tasya. Serupa dengan kedua pendahulunya, video Jaksa Rita juga disebut telah beredar di media sosial. Namun lagi-lagi, tidak diketahui pasti kebenaran link video itu.

Bu Guru Salsa dibela PGRI

Pasca viral video joget-joget, Salsabila Rahma alias Bu Guru Salsa dikabarkan akan tetap melanjutkan kariernya sebagai tenaga pengajar usai lolos seleksi PPPK. Hal itu pun menuai pro kontra di kalangan publik.

Di tengah kontroversi video viralnya, nama Salsabila Rahma diketahui tetap masuk dalam daftar peserta yang lolos seleksi administrasi PPPK.

Hal tersebut sesuai dengan Pengumuman Nomor: 800.1.2.2/664/35.09.414/2025, yang ditandatangani Plt Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

Humas PB PGRI Jember Ilham Wahyudi mengatakan, Bu Guru Salsa berhak untuk tetap mengajar.

Menurut PGRI, Bu Guru Salsa bukan pihak yang bersalah dalam penyebaran video joget tanpa busana yang sempat viral.

Di mana gara-gara video viral itu, Salsa memutuskan untuk mundur dari tempatnya mengajar di salah satu SD di Jember.

"Video tersebut bukan kesengajaan dia untuk disebar dan diperjualbelikan. Dia hanya korban," ujar Ilham, Minggu (16/3/2025).

Untuk itu PGRI Jember menegaskan bahwa Bu Guru Salsa tetap berhak menjalani kariernya sebagai tenaga pengajar.

"Sangat kita sayangkan jika Bu Salsa mundur. Terlebih dia lolos PPPK yang notabene idaman setiap honorer," kata Ilham.

Netizen Bandingan dengan Vokalis Band Sukatani

Keputusan untuk tetap meloloskan Bu Guru Salsa sebagai PPPK, menuai pro kontra di kalangan publik.

Apalagi, hingga kini Bu Guru Salsa masih aktif live di TikTok dengan pernyataan-pernyataan kontroversialnya.

Terbaru, Bu Guru Salsa menanggapi komentar netizen soal membuat video part 2.

"Bikin lagi part dua," tulis seorang netizen dalam kolom komentar.

Tanpa ragu, dia langsung menanggapi komentar tersebut dengan santai.

"Iya, monolog aja kali ya kapan-kapan," jawab Salsa.

Atas kontroversi-kontroversi itu, tak seidikit netizen yang menyayangkan keputusan meloloskan Bu Guru Salsa jadi PPPK.

Mereka pun lantas membandingkan dengan nasib pahit yang diterima vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati.

"Yang kek begini dibiarin dan masih dikasih kesempatan sedangkan vokalis band Sukatani yang ngebela rakyat Indonesia untuk bersuara malah dibungkam dan dipecat, sehat gk sihh otaknya," cuit akun X @bu0na461*.

 "Vokalis sukatani di pecat karena karena katanya buka hijab pas konser bukan karna lagunya, yang ini bikin b*k*p hijab tp ga di pecat. Make sense," kata @FEVER*.

"Lah yg kemarin vokalis guru aja sampe d pecat loh cuma perkara beliau lepas hijab d luar lingkungan sekolah, ini video sy*r gapapa," tulis @nyerb*.

Seperti diketahui, Novi diberhentikan dari tempatnya mengajar di salah satu SD swasta di Banjarnegara.

Pemberhentian itu dilakukan setelah identitas band Sukatani terungkap, menyusul viral lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang mengkritik kelakuan buruk oknum polisi.

Novi dan satu personel band Sukatani lainnya, Muhammad Syifa Al Lufti, bahkan sempat berurusan dengan aparat kepolisian atas viral lagu tersebut.

Meski akhirnya Novi ditawari oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif untuk kembali mengajar di Purbalingga, namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut soal hal tersebut.

Video syur Bidan Rita

Link viral video syur Bu Salsa mantan guru di SD Jember terus bertebaran pada sejumlah akun media sosial. Belum selesai soal link video syur Bu Salsa kini muncul link video syur Bidan Rita.

Puluhan video syur itu telah banyak diburu warganet usai menjadi perbincangan hangat publik.

Bu Salsa yang viral itu pun akhirnya tampil di publik dengan mengakui sekaligus mengklarifikasi video syurnya di media sosial.

Bu Salsa mengaku menjadi korban terkait aksinya yang menari tanpa sehelai benang pun pada tubuhnya.

Bu Salsa kala itu mengaku menjadi korban seorang yang menjadi pacar dunia mayanya hingga mengikuti segala perintahnya hingga berujung membuat konten video syur.

Akibatnya dirinya pun menjadi perbincangan hangat publik hingga berujung mundur dari profesinya sebagai guru.

Berselang Bu Salsa, kini media sosial kembali dihebohkan dengan viral link video syur Bidan Rita.

Nama Bidan Rita mendadak trending topik pada platform media sosial X.

Sejumlah akun pun membagikan link video syur dengan wanita yang disebut bernama Bidan Rita.

Dalam video itu tersebut terlihat wanita yang mengenakan pakaian one set berwarna ungu turut bergaya seperti Bu Salsa.

"Video viral Bu Bidan Rita skandal bulat padat dan asik," tulis salah satu akun X dilihat pada Rabu (12/3/2025).

Fenomena video syur Bidan Rita tak lekang seperti kasus viralnya Bu Salsa.

Selain di X, pengguna akun media sosial TikTok turut ramai membagikan potongan video viral Bidan Rita.

Terlihat wanita berpakaian one set berwarna ungu itu tengah berada dalam ruangan seperti kamar mandi banyak disebar pada platform TikTok.

Kendati demikian, belum adanya bukti terkonfirmasi terkait video syur Bidan Rita yang viral di media sosial tersebut.

Fenomena video syur

Penyebaran "video syur" selebritas atau bahkan orang awam di dunia digital telah menciptakan fenomena yang menarik perhatian luas, menciptakan sensasi sekaligus mengusik privasi individu yang terlibat.

Fenomena ini tidak hanya memperlihatkan bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan pribadi, tetapi juga bagaimana masyarakat merespons dengan gelombang reaksi yang sering kali berlebihan, atau yang dikenal dengan istilah “moral panic”.

Jean Baudrillard, dalam bukunya Simulacra and Simulation (1994), memperkenalkan konsep hyperreality untuk menggambarkan suatu kondisi di mana batas antara kenyataan dan simulasi menjadi kabur.

Dalam era digital ini, konsep hyperreality menjadi sangat relevan, terutama dalam konteks penyebaran video syur selebritas.

Video yang seharusnya menjadi rekaman pribadi, berubah menjadi komoditas digital yang dikonsumsi massal oleh publik, menciptakan realitas baru yang lebih kuat dari kejadian aslinya.

Di dalam hyperreality, video syur tidak lagi dilihat sebagai representasi dari kenyataan yang murni, tetapi sebagai sebuah "peristiwa" yang diinterpretasikan ulang oleh media dan publik. 

Video tersebut bukan hanya bukti fisik dari perilaku tertentu, tetapi juga menjadi simbol dari ketakutan, hasrat, dan kecemasan kolektif masyarakat yang lebih luas.

Publik tidak lagi berbicara tentang identitas selebritas sebagai manusia nyata; mereka berbicara tentang bagaimana simulasi dari identitas dan perilaku tersebut direpresentasikan dan dikonsumsi di ruang publik.

Peran media dalam memproduksi moral panic sangat signifikan. Media tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga membangun narasi yang memposisikan kejadian ini sebagai ancaman serius terhadap tatanan sosial.

Media menggunakan istilah-istilah seperti "skandal besar" atau "krisis moral" untuk memperkuat anggapan bahwa masyarakat sedang menghadapi ancaman yang nyata dan harus segera ditangani.

Namun, moral panic yang muncul sering kali tidak proporsional dengan ancaman sebenarnya. Dalam banyak kasus, selebritas yang terlibat menjadi sasaran utama dari serangan publik, meskipun mereka mungkin lebih merupakan korban dari kebocoran data atau pelanggaran privasi daripada pelaku dari skandal moral.

Penulis: Vega. A/Berbagai sumber




Baca Juga

Daging Penjaja Seks di Peternakan Babi
Kamis, 12 Maret 2026 03:36 WIB
Candy, Pelakor Terkejam di Dunia
Senin, 23 Februari 2026 20:57 WIB
Malam Ramadan Sadis: Ulah Hasrat Guru Berbini Muda
Rabu, 18 Februari 2026 15:25 WIB